Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Tekankan Imunisasi Anak dan Kesehatan Untuk Lansia
| Agenda program Babe (bahana bersahaja) di Desa Sidomulyo tidak berhenti pada pelayanan kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah titik pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal. |
MADIUN, BERITA JURNAL – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, menyoroti masih pentingnya kesadaran masyarakat terhadap imunisasi anak dan pemeriksaan kesehatan lansia saat memimpin kunjungan program Wahana Bersahaja di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Kunjungan yang berlangsung di Rumah Imunisasi atau Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari balita hingga lansia.
Dalam peninjauan itu, Erni melihat langsung proses pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan bersama kader posyandu. Rangkaian layanan meliputi pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran dan pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, hingga pemeriksaan kesehatan rutin.
Erni menegaskan, pemenuhan jadwal imunisasi anak tidak boleh diabaikan. Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas.
Ia juga mengimbau para orang tua agar rutin membawa anak ke posyandu. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk mendeteksi potensi gangguan pertumbuhan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Kesadaran orang tua dalam memenuhi jadwal imunisasi dan memanfaatkan layanan posyandu secara rutin menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan serta tumbuh kembang anak,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Tak hanya berfokus pada kesehatan balita, Erni turut mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Masyarakat lanjut usia diharapkan aktif memanfaatkan layanan kesehatan, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi tubuh dan mengantisipasi risiko penyakit.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca panas. Warga diimbau menjaga kesehatan dan menghindari pembakaran sampah tanpa pengawasan karena berpotensi memicu kebakaran.
Agenda program Babe (bahana bersahaja) di Desa Sidomulyo tidak berhenti pada pelayanan kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah titik pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.
Lokasi yang dikunjungi meliputi sentra Batik Ngangkrik, bank sampah, kegiatan dasawisma, inkubator bisnis, SDN 02 Sidomulyo, hingga kelas ibu hamil.
Peninjauan tersebut mencakup berbagai sektor yang berkaitan dengan pemberdayaan keluarga, pengelolaan lingkungan, pendidikan, penguatan usaha masyarakat, serta pendampingan kesehatan ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat menjadi dua aspek yang saling melengkapi dalam mendorong peningkatan kualitas hidup warga. Pemanfaatan posyandu secara berkelanjutan, partisipasi keluarga, dan penguatan potensi ekonomi lokal diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Sidomulyo.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Berita Jurnal


