width=

Geledah Seluruh Blok Lapas Pemuda Madiun, 6 Sajam Rakitan hingga Barang Terlarang Disita

Razia menyasar seluruh blok hunian, mulai Blok A (Maximum Security), Blok B (Medium Security), Blok C dan D (Minimum Security), hingga Blok E (Straf Cell).
MADIUN, BERITA JURNAL – Razia gabungan di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Senin (21/9/2026) malam, mengamankan sejumlah barang terlarang dari kamar hunian. Petugas menemukan enam senjata tajam (sajam) rakitan serta berbagai benda yang berpotensi mengganggu keamanan.

Namun, dalam razia yang melibatkan aparat penegak hukum (APH) tersebut, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Tes urine terhadap 40 orang, terdiri dari 30 warga binaan dan 10 petugas, juga seluruhnya menunjukkan hasil negatif.

Razia menyasar seluruh blok hunian, mulai Blok A (Maximum Security), Blok B (Medium Security), Blok C dan D (Minimum Security), hingga Blok E (Straf Cell).

Kegiatan melibatkan Lapas Pemuda Madiun, Polres Madiun Kota, Kodim 0803 Madiun, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, BNN Kabupaten Kediri, dan Bapas Kelas II Madiun.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, mengatakan razia tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar seluruh UPT Pemasyarakatan menggelar razia gabungan bersama APH pada 15–25 September 2026.

“Razia gabungan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan sekaligus bentuk komitmen kita dalam mendukung pemberantasan Halinar, yaitu handphone, pungutan liar, dan narkoba,” kata Rudi.

Selain enam sajam rakitan, petugas juga menemukan gunting, pemanas rakitan, hanger besi, korek gas, stop kontak, kartu remi, paku, kawat, pinset, pemotong kuku, serta sejumlah barang lainnya.

Seluruh barang temuan langsung diamankan untuk didata dan diperiksa lebih lanjut.

Sebelum penggeledahan, petugas Lapas juga menjalani pemeriksaan handphone sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan perangkat komunikasi, termasuk potensi penggunaannya untuk aktivitas judi online.

Rudi menegaskan, tidak ditemukannya handphone dan narkoba serta hasil tes urine yang seluruhnya negatif menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan Lapas tetap bersih dari Halinar.

“Alhamdulillah, dari hasil penggeledahan tidak ditemukan handphone maupun narkoba, dan hasil tes urine terhadap warga binaan maupun petugas seluruhnya negatif. Ini menjadi bukti bahwa jajaran Lapas Pemuda Madiun terus berkomitmen menjalankan upaya Zero Halinar,” tegasnya.

Perwakilan Kodim 0803 Madiun, Serda Januri, mengapresiasi sinergi antara Lapas dan APH dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, warga binaan juga kooperatif selama proses penggeledahan berlangsung.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan malam bersama sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan koordinasi antar-APH di wilayah Madiun Raya.

Lapas Pemuda Madiun memastikan sinergi dengan APH dan deteksi dini akan terus diperkuat untuk menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Kontributor : Ninik S
Editor            : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=