width=

Bupati Madiun Hadiri Pagelaran Reog di Sedoro, Dorong Budaya Lokal Jadi Perekat Masyarakat

Semangat kemerdekaan turut diterjemahkan melalui pelestarian seni budaya, salah satunya pagelaran Reog di Dusun Sedoro, Desa Kaibon, Kecamatan Geger.
MADIUN, BERITA JURNAL – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Madiun tidak sekadar diisi dengan kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan turut diterjemahkan melalui pelestarian seni budaya, salah satunya pagelaran Reog di Dusun Sedoro, Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Minggu (6/9/2026).

Bupati Madiun Hari Wuryanto hadir langsung menyaksikan pagelaran tersebut. Kegiatan ini mempertemukan seniman Reog Kabupaten Madiun dengan Reog Taruno Budoyo, Dangulan, Ponorogo, sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan sosial dan budaya masyarakat Madiun-Ponorogo.

Di tengah pertunjukan seni tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya kawasan Mataraman itu, pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya kembali mengemuka. Reog tidak hanya dipandang sebagai tontonan, tetapi juga sebagai medium untuk membangun kebersamaan antarmasyarakat.

Usai menyaksikan pagelaran, Bupati Hari Wuryanto melanjutkan agenda silaturahmi bersama masyarakat Dukuh Sedoro di Pendopo Sasono Dukuh Sedoro.

Dalam kesempatan tersebut, Hari menegaskan bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan tahunan. Setelah para pahlawan merebut kemerdekaan dengan pengorbanan besar, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisinya melalui pembangunan dan menjaga persatuan.

“Para pahlawan dahulu berjuang dan berkorban nyawa serta darah untuk Indonesia merdeka. Sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan terus membangun kebersamaan dan memajukan daerah,” ujar Hari.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan kekuatan sosial serta budaya masyarakat. Gotong royong dan kebersamaan menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan sosial di tengah perubahan zaman.

Pelestarian budaya lokal, lanjutnya, juga harus mendapat perhatian serius agar kesenian tradisional tidak terputus dari generasi ke generasi. Keterlibatan anak muda menjadi salah satu kunci agar seni budaya daerah tetap hidup dan memiliki ruang di tengah perkembangan zaman.

Pagelaran Reog di Sedoro akhirnya bukan sekadar panggung hiburan dalam rangka HUT Kemerdekaan. Pertemuan seniman dan masyarakat lintas daerah tersebut menjadi penanda bahwa budaya masih memiliki peran strategis sebagai perekat masyarakat sekaligus identitas yang harus terus dijaga.

Semangat kemerdekaan pun menemukan maknanya dalam bentuk yang lebih konkret: merawat kebersamaan, menghidupkan gotong royong, dan memastikan budaya lokal tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Kontributor : Ninik S
Editor           : Tim Berita Jurnal
Previous Post
  width=