width=

Bupati Madiun Ajak Lansia Lawan Renta dengan Senam SBSU

Memasuki usia lanjut bukan alasan untuk menyerah pada keterbatasan fisik. Justru, lansia harus tetap bergerak agar kesehatan, kebugaran, dan kemandirian tetap terjaga.
MADIUN, BERITA JURNAL — Usia boleh bertambah, tetapi aktivitas jangan berhenti. Pesan itu ditegaskan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat membuka Sosialisasi Senam Bugar Sepanjang Usia (SBSU) di Pendopo Mudagraha Madiun, Rabu (9/9/2026).

Bagi Hari Wuryanto, memasuki usia lanjut bukan alasan untuk menyerah pada keterbatasan fisik. Justru, lansia harus tetap bergerak agar kesehatan, kebugaran, dan kemandirian tetap terjaga.

Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dari 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun. Para peserta diproyeksikan menjadi instruktur sekaligus penggerak SBSU di wilayah masing-masing, sehingga gerakan menjaga kebugaran lansia dapat diterapkan secara lebih luas di tengah masyarakat.

Hari Wuryanto yang juga Ketua Perwakilan Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Madiun mengatakan, aktivitas fisik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hidup lansia.

Menurutnya, olahraga bukan satu-satunya penentu kesehatan. Namun, kebiasaan menjaga tubuh tetap aktif merupakan langkah penting untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan sekaligus mempertahankan kemandirian di usia senja.

“Olahraga memang bukan satu-satunya syarat, tapi itu salah satunya. Sehingga insyaallah dengan olahraga kita bisa menjadi sehat. Kalau sehat, kita bisa bahagia,” ujar Hari.

Ia juga berbicara berdasarkan pengalaman sebagai seseorang yang telah berusia di atas 60 tahun. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh mengalami perlambatan. Sementara itu, kekuatan otot dan tulang berpotensi menurun apabila tidak terus dilatih.

Karena itu, latihan fisik secara rutin, khususnya untuk memperkuat otot kaki, menjadi perhatian penting. Kaki yang kuat dibutuhkan untuk menopang tubuh dan mempertahankan kemampuan lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

“Jangan sampai karena tidak dilatih, kekuatan kaki menurun. Akhirnya aktivitas terbatas dan ketergantungan kepada orang lain semakin besar,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Program SBSU diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Para instruktur dan kader yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu meneruskan gerakan tersebut ke masing-masing kecamatan.

Dengan demikian, senam dapat menjadi aktivitas rutin yang dekat dengan kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.

Gerakan SBSU sendiri dirancang menyesuaikan kondisi fisik lansia sehingga tidak memberikan beban berlebihan. Selain menjaga kebugaran, senam bersama juga menjadi ruang interaksi dan silaturahmi antarwarga.

Bagi Pemerintah Kabupaten Madiun, menjaga kesehatan lansia bukan sekadar persoalan fisik. Lansia yang sehat dan mandiri akan lebih leluasa menjalankan aktivitas sosial, kemasyarakatan, maupun ibadah.

Pesannya sederhana: menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi renta bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja. Tetap bergerak, tetap sehat, dan tetap mandiri sepanjang usia.

Kontributor : Ninik S
Editor           : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=