width=

Baznas Trenggalek Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih ke 14 Titik

Distribusi juga dilakukan ke Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari; Desa Prambon dan Duren, Kecamatan Tugu; serta Desa Watulimo dan Slawe, Kecamatan Watulimo.
TRENGGALEK, BERITA JURNAL – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Trenggalek bersama Kitabisa.com dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyalurkan 250 ribu liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut didistribusikan ke 14 titik yang tersebar di tujuh kecamatan. Penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.

Ketua Baznas Kabupaten Trenggalek Mahsun Ismail mengatakan, bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.

“Air bersih ini kami distribusikan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan. Harapannya dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang terdampak kekeringan,” katanya di Trenggalek, Senin (1/9/2026).

Adapun wilayah penerima bantuan meliputi Desa Sukosari dan Karangsoko di Kecamatan Trenggalek; Desa Srabah dan Depok di Kecamatan Bendungan; Desa Bogoran dan Timahan di Kecamatan Kampak; serta Desa Ngulanwetan, Bendorejo, dan Wonocoyo di Kecamatan Pogalan.

Distribusi juga dilakukan ke Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari; Desa Prambon dan Duren, Kecamatan Tugu; serta Desa Watulimo dan Slawe, Kecamatan Watulimo.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek. Selain distribusi air bersih, kolaborasi Baznas, Kitabisa.com, dan Pemkab Trenggalek juga diwujudkan melalui pembangunan sumur bor.

Dua sumur bor dibangun di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, dan Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek. Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menyediakan sumber air bagi masyarakat.

“Jadi bukan hanya bantuan air, tetapi kami juga berupaya menghadirkan sumber air yang bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Mahsun.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak penting untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan ketersediaan air selama musim kemarau. Bagi Baznas, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Mahsun berharap bantuan air bersih dan pembangunan sumur bor dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kekeringan.

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi ikhtiar bersama agar kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi,” pungkasnya.

Kontributor : Rina
Editor           : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=