Pendaftaran Resmi Dibuka, 30 Desa di Blitar Mulai Berebut Kursi Kades
| Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar, Tantowi Jauhari : Pendaftaran tahap pertama berlangsung selama sembilan hari. Setelah ditutup, panitia akan melakukan verifikasi dan validasi berkas pada 3-4 September 2026. |
BLITAR, BERITA JURNAL — Perebutan kursi kepala desa di 30 desa di Kabupaten Blitar resmi memasuki arena. Mulai 20 Agustus hingga 2 September 2026, para kandidat yang ingin memimpin desa selama periode mendatang diberi kesempatan mendaftarkan diri dalam Pilkades Serentak 2026.
Sebanyak 30 desa yang tersebar di 17 kecamatan kini menjadi titik perhatian. Tahapan pendaftaran ini menjadi pintu awal menuju kontestasi politik desa sebelum para bakal calon menjalani proses verifikasi, penetapan, hingga pemilihan oleh masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar, Tantowi Jauhari, mengatakan panitia Pilkades di masing-masing desa mulai membuka pendaftaran sekaligus mengumumkan seluruh persyaratan yang wajib dipenuhi calon.
"Panitia akan mengumumkan adanya pendaftaran bakal calon kepala desa serta persyaratan yang harus dicukupi. Kemudian menerima berkas pendaftaran bakal calon kepala desa sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Tantowi.
Pendaftaran tahap pertama berlangsung selama sembilan hari. Setelah ditutup, panitia akan melakukan verifikasi dan validasi berkas pada 3-4 September 2026.
Jika jumlah bakal calon yang memenuhi persyaratan masih kurang dari dua orang, pendaftaran akan diperpanjang ke tahap kedua. Bila jumlah tersebut kembali belum terpenuhi, panitia akan membuka pendaftaran tahap ketiga.
DPMD Kabupaten Blitar mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu konflik. Bakal calon, penyelenggara, maupun masyarakat diminta menjaga proses Pilkades tetap tertib, demokratis, dan kondusif.
"Untuk bakal calon dan penyelenggara agar mematuhi segala regulasi tentang Pilkades. Sedangkan untuk masyarakat, tetap menjaga kondusifitas. Boleh berbeda pilihan dan dukungan, tetapi tetap mengutamakan saling menghormati dan menghargai sehingga suasana tetap sejuk dan damai," tegas Tantowi.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal


