width=

Melon Blitar Tembus Pasar Singapura, Bukti Hortikultura Lokal Makin Berdaya Saing

Melon hasil budidaya petani mitra Sunpride di Kabupaten Blitar berhasil menembus pasar Singapura.
BLITAR, BERITA JURNAL — Melon hasil budidaya petani mitra Sunpride di Kabupaten Blitar berhasil menembus pasar Singapura. Ekspor tersebut menjadi sinyal bahwa produk hortikultura lokal mampu bersaing di pasar internasional jika didukung budidaya berkualitas, pendampingan, dan akses pasar yang kuat.

Keberhasilan itu ditandai dalam kegiatan “Berbagi Energi untuk Negeri” yang digelar Great Giant Foods (GGF) bersama Pemerintah Kabupaten Blitar di Desa Durenan, Kecamatan Talun, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat ekosistem pertanian Blitar melalui pendampingan petani, peningkatan kualitas produksi, serta pembukaan akses pasar hingga ke luar negeri.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan, komoditas melon kini semakin diminati petani, terutama kalangan milenial. Menurutnya, kerja sama Pemkab Blitar dengan Sewu Segar Nusantara telah berlangsung sejak 2017, yang awalnya dikembangkan melalui komoditas pisang Cavendish sebelum diperluas ke budidaya melon.

Ia menilai pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas dan daya saing petani.

“Petani-petani milenial ini lebih tertarik pada tanaman melon. Alhamdulillah, kerja sama dengan Sewu Segar Nusantara pendampingannya cukup bagus dan intensif, mulai pembimbingan, pembinaan hingga pendampingan,” ujar Rijanto.

Sementara itu, CEO PT Sewu Segar Nusantara Cindyanto Kristian mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Blitar terhadap pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.

Menurutnya, keberhasilan melon Blitar menembus pasar Singapura merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha. Peran dunia usaha tidak hanya sebatas menyerap hasil panen, tetapi juga mencakup pendampingan budidaya, akses pasar, distribusi, hingga penguatan rantai pasok dari petani ke konsumen.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blitar atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Kami percaya kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha menjadi pondasi penting agar produk hortikultura daerah tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” kata Cindyanto.

Ia menambahkan, pengembangan tersebut merupakan bagian dari konsep Creating Shared Value (CSV), yakni membangun nilai ekonomi bagi petani sekaligus memastikan ketersediaan produk hortikultura yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam ekosistem GGF, PT Sewu Segar Nusantara melalui Sunpride berperan dalam pengembangan akses pasar dan distribusi. Sementara PT Nusantara Segar Abadi berfokus pada budidaya serta pemberdayaan petani.

Ekspansi melon Blitar ke pasar Singapura sekaligus menunjukkan bahwa sektor hortikultura daerah memiliki peluang besar untuk naik kelas. Dengan kualitas produksi, pendampingan, dan akses pasar yang terintegrasi, hasil pertanian lokal tidak lagi hanya menyasar pasar dalam negeri, tetapi mulai memiliki posisi di pasar global.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=