width=

Ribuan Umat Hindu Ikuti Upacara Melasti di Pantai Jolosutro

Upacara Melasti merupakan ritual penyucian pratima serta penyucian diri umat di Pantai Jolosutro sebelum memasuki rangkaian Hari Raya Nyepi.
BLITAR, BERITA JURNAL – Memperingati hari raya Nyepi, ribuan umat Hindu dari Kabupaten dan Kota Blitar mengikuti upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Minggu (08/03/2026).

Ketua Panitia Melasti, Setiyoko menjelaskan, dengan mengusung tema "Vasudhaiva Kutumbakam – Satu Bumi Satu Keluarga" memiliki makna bahwa seluruh makhluk di bumi merupakan satu keluarga sebagai ciptaan Tuhan.

Menurut Setiyoko, jumlah umat Hindu yang mengikuti Melasti terus meningkat setiap tahun. Hal itu terlihat dari semakin padatnya area parkir serta akses jalan menuju lokasi yang semakin ramai.

“Dari tahun ke tahun minat umat semakin banyak. Tempat yang kami sediakan, mulai parkir hingga akses jalan, juga semakin penuh. Namun sekarang aksesnya sudah lebih baik dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Sementara bupati Blitar, Rijanto yang hadir dalam kegiatan mengatakan, pelaksanaan Melasti tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan, baik dari segi jumlah umat yang hadir maupun kualitas pelaksanaan ritual.

“Yang kita lihat ini perubahannya luar biasa. Dari segi kualitas maupun kuantitasnya meningkat. Peserta yang datang lebih banyak dan kualitas sesajinya juga semakin baik," kata Bupati.

Menurut bupati, peningkatan tersebut terlihat dari semakin banyaknya umat Hindu yang mengikuti prosesi serta kelengkapan sesaji yang dipersembahkan dalam upacara, serta UMKM di sekitar lokasi juga ikut hidup.

Bupati berpesan kepada umat Hindu agar tetap menjaga kebersamaan dan ketertiban dalam menjalankan rangkaian perayaan Nyepi yang akan berlanjut pada kegiatan berikutnya.

Upacara Melasti merupakan ritual penyucian pratima serta penyucian diri umat di Pantai Jolosutro sebelum memasuki rangkaian Hari Raya Nyepi, yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.

Tradisi Melasti menjadi bagian penting dari perayaan Nyepi bagi umat Hindu dilanjutkan dengan ritual Tawur Kesanga dan pawai Ogoh-ogoh yang akan digelar pada 18 Maret di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi.

“Setelah itu masuk ke Hari Raya Nyepi. Filosofinya, laut menjadi pusat penyucian, untuk membersihkan diri baik secara rohani maupun jasmani sebelum menjalani ritual selanjutnya,” pungkasnya.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=