Patok Pembatas di JPL 288 Kediri Dicabut Malam Hari
| Perlintasan sebidang JPL 288 selama ini menjadi titik yang cukup padat dilalui kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk. Penyempitan jalan akibat adanya patok pembatas sebelumnya kerap menimbulkan kendala bagi pengendara. |
Pencabutan patok dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya serta melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Polres Kediri, serta PT KAI Daop 7 Madiun.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar arus kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
"Selain mencabut patok pembatas, petugas juga melakukan pelebaran jalan di area perlintasan agar lebar jalan menjadi sama dengan ruas jalan sebelum memasuki perlintasan kereta api," ujar Denny.
Ia menjelaskan, pencabutan juga sebagai tindak lanjut atas surat rekomendasi Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Nomor KA.401/319/K5/DJKA/2025 tertanggal 3 Desember 2025 tentang rekomendasi teknis pelebaran jalan di JPL 288 Kabupaten Kediri.
Menurut Denny, perlintasan sebidang JPL 288 selama ini menjadi titik yang cukup padat dilalui kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk. Penyempitan jalan akibat adanya patok pembatas sebelumnya kerap menimbulkan kendala bagi pengendara.
Dari data terdapat ribuan orang melewati JPL ini terlebih di jam sibuk. Penyempitan jalan di JPL menjadi keluhan masyarakat dan menjadi dasar pencabutan patok pembatas dan pembangunan pelebaran jalan.
"Keluhan-keluhan ini kami sangat memahami. Manakala jalan ini diperlebar, dampaknya bisa ganda,” jelasnya.
Disisi lain, lanjut Denny, perlintasan sebidang JPL 288 merupakan wilayah industri dengan mobilitas kendaraan cukup tinggi. Lokasinya berada di Jalan Gajah Mada, jalur yang menjadi akses penting bagi warga Kota Kediri menuju wilayah timur maupun selatan Kabupaten Kediri.
"Pencabutan patok dan pelebaran jalan di JPL 288 ini, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar serta dapat mengurangi potensi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang tersebut,"
Kontributor : Sukma Ayu
Editor : Tim Berita Jurnal



