width=

Jaga Stabilitas Pasokan Nasional, Kementan Dorong Optimalisasi 6.000 Hektare Lahan Cabai di Kabupaten Blitar

Optimalisasi 6.000 hektare lahan cabai di Kabupaten Blitar, guna menjaga stabilitas pasokan nasional, sebagai bagian dari upaya penguatan daerah penyangga cabai terbesar di Jawa Timur.
BLITAR, BERITA JURNAL — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong optimalisasi 6.000 hektare lahan cabai di Kabupaten Blitar, guna menjaga stabilitas pasokan nasional, sebagai bagian dari upaya penguatan daerah penyangga cabai terbesar di Jawa Timur.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat pada Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Agung Sunusi, menyampaikan bahwa Kabupaten Blitar memiliki potensi produksi yang sangat besar.

Menurutnya, dengan asumsi produktivitas rata-rata 6 ton per hektare, luas lahan tersebut berpotensi menghasilkan hingga 360.000 ton cabai. Kabupaten Blitar dan Banyuwangi selama ini menjadi penyangga terbesar cabai di Jawa Timur.

"Karena itu kami ingin memastikan produksinya benar-benar optimal agar stabilisasi pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya saat meninjau sentra produksi cabai, Minggu, (01/03/2026). 
 
Ia menekankan bahwa optimalisasi tidak hanya bertumpu pada luas lahan, tetapi juga pada perbaikan teknik budidaya. Perubahan mindset petani dinilai menjadi kunci, terutama dalam penggunaan benih berproduktivitas tinggi serta penerapan pemupukan yang tepat.

Muhammad Agung Sunusi, mengatakan optimalisasi pupuk kandang dan penggunaan dolomit penting untuk menjaga keseimbangan unsur hara tanah. Selain itu, penambahan KNO3 diperlukan untuk merangsang fase generatif dan meningkatkan pembentukan buah.

“Langkah-langkah teknis ini perlu diterapkan secara konsisten agar produktivitas cabai Blitar bisa kembali maksimal,” katanya.

Kementan juga mendorong lahirnya petani “champion” di tiap sentra produksi. Peran champion diharapkan mampu mengatur pola tanam, menjembatani koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat, serta menghubungkan produsen dengan konsumen agar rantai pasok lebih tertata.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Ir. Setiyana, menyebut sentra produksi utama berada di wilayah Blitar Selatan, khususnya Kecamatan Panggungrejo, Binangun, dan Wates.

"Sejumlah kecamatan lain seperti Doko, Garum, Nglegok, Sanankulon, Srengat, Ponggok, Udanawu, dan Wonodadi turut menjadi wilayah penyangga," jelasnya.

Memasuki bulan Maret, sekitar 3.000 hingga 4.000 hektare lahan cabai diperkirakan mulai panen. Estimasi suplai awal mencapai 12 hingga 15 ton per hari. Dalam kondisi normal, tanaman cabai di Blitar dapat dipanen hingga 20–25 kali.

"Namun saat ini sebagian lahan terdampak hama dan penyakit, sehingga potensi panen diperkirakan berkisar 10–15 kali, tergantung pada ketersediaan air dan perawatan tanaman," tutur Setiyana.

Dengan potensi lahan yang besar dan dukungan optimalisasi dari Kementan, Kabupaten Blitar optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penyangga cabai nasional sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun konsumen.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=