10 Lokomotif dan 94 Unit Kereta di Daop 7 Madiun Jalani Perawatan Intensif
| Proses perawatan di fokuskan pada aspek vital dan fasilitas pelayanan seperti, pengecekan lampu sorot, sistem kelistrikan, spidometer, wiper, serta fungsi deadman pedal untuk memastikan keamanan masinis. |
"Perawatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menyiapkan sarana yang andal baik operasi menjelang masa Angkutan Lebaran Tahun 2026," ujar Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, Senin (2/3/2026).
Tohari mengatakan, dengan adanya perawatan intensif di harapkan pelaksanaan masa Angkutan Lebaran yang akan dimulai 11 Maret hingga 1 April 2026, perjalanan KA dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Ia menyebutkan, Daop 7 Madiun manyiapkan total 10 unit lokomotif dan 94 unit kereta, selama masa Angkutan Lebaran. Terdiri dari 6 unit seri CC 201 & 4 unit seri CC 203, kereta penumpang sebanyak 78 unit kereta kelas eksekutif dan ekonomi.
"Tak hanya itu, ada juga kereta makan & pembangkit (MP) 5 unit, 4 kereta makan (M1), 4 kereta Pembangkit (P) dan Kereta Bagasi (B) sebanyak 3 unit guna mendukung layanan logistik dan bagasi," kata Tohari.
Menurutnya, proses perawatan di fokuskan pada aspek vital dan fasilitas pelayanan seperti, pengecekan lampu sorot, sistem kelistrikan, spidometer, wiper, serta fungsi deadman pedal untuk memastikan keamanan masinis.
Pemeriksaan intensif pada bagian bogey (roda) dan alat perangkai untuk mendeteksi tingkat keausan. Pemeriksaan juga di lakukan pada seluruh fasilitas di dalam kereta (AC, toilet, kursi, dan lampu penerangan).
Bila ditemukan komponen yang sudah aus atau melebihi batas toleransi pemakaian, maka penggantian akan segera dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku.
Sepuluh lokomotif tersebut akan dioperasikan secara bergantian untuk menarik rangkaian kereta unggul di wilayah Daop 7 Madiun, antara lain, KA Madiun Jaya, KA Bangunkarta, KA Singasari, KA Brantas, KA Kahuripan dan KA Brantas Tambahan.
Skema operasional di buat fleksibel, ada lokomotif yang beroperasi, ada yang siaga sebagai cadangan, dan ada yang menjalani perawatan rutin.
"Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin muncul selama masa tugas dalam Angkutan Lebaran," tutup Tohari.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Beritajurnal



