Pemulihan Waduk Blumbang Gede Blitar, Setelah Puluhan Tahun Alami Pendangkalan
| Pemerintah Kabupaten Blitar menargetkan normalisasi waduk tersebut agar fungsi irigasi kembali optimal sekaligus membuka peluang pengembangan sektor wisata alam. |
Bupati Blitar, Drs.H.Rijanto, mengatakan, Endapan lumpur yang menumpuk selama bertahun-tahun membuat daya tampung air berkurang. Selain itu, permukaan waduk juga dipenuhi ganggang yang mempercepat proses pendangkalan.
"Pemulihan akan difokuskan pada pengangkatan sedimentasi serta pembersihan lumut dan material lain yang menghambat kapasitas tampung air", ungkapnya.
Menurut Rijanto, Langkah ini dinilai penting mengingat waduk tersebut memiliki peran strategis sebagai penopang pengairan lahan pertanian di sekitarnya. Menurutnya potensi Waduk Blumbang Gede cukup besar jika dikelola secara baik dan profesional.
“Ini potensinya besar. Kalau kita kelola dengan baik, tidak hanya untuk pertanian. Yang jelas pertanian nomor satu, tetapi kalau dikelola secara profesional bisa menjadi objek wisata yang menarik,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pendangkalan yang terjadi bukan persoalan baru, melainkan telah berlangsung puluhan tahun. Karena itu, normalisasi akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan perangkat daerah terkait, termasuk dukungan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum.
“Sedimennya kita angkat, lumut-lumut dibersihkan. Memang butuh energi yang luar biasa, tetapi kalau sudah bersih, selain berfungsi untuk pengairan, bisa kita kelola menjadi potensi wisata yang luar biasa,” tambahnya.
Menurutnya, setelah fungsi dasar sebagai waduk irigasi kembali optimal, kawasan tersebut berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan air. Rancangan awal penataan kawasan pun telah disiapkan, dengan tetap mengedepankan semangat gotong royong masyarakat setempat.
Pemkab Blitar berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah dan warga, Waduk Blumbang Gede dapat kembali menjadi sumber pengairan yang andal sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Desa Soso dan sekitarnya.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal



