LPG 3 Kg Langka, Disperindag Kabupaten Blitar Surati Pertamina
| Kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar sejak awal Ramadan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Blitar. Kelangkaan LPG ramai dikeluhkan di media sosial (Medsos). |
Menanggapi hal tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar langsung melakukan pemantauan lapangan dan monitoring ketersediaan LPG di beberapa titik.
Dari hasil pantauan di wilayah Kauman, Kecamatan Srengat stok LPG di pangkalan masih tersedia, meski dalam kondisi cepat habis karena tingginya permintaan dan lonjakan pembeli termasuk warga dari luar wilayah Srengat.
“Sudah kami pantau, di wilayah Kauman Srengat stok tersedia. Namun yang membeli tidak hanya warga Srengat, tetapi juga dari luar wilayah tersebut,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi.
Ia menjelaskan, peningkatan permintaan tersebut membuat distribusi yang berjalan normal terasa kurang di tingkat pangkalan, sehingga muncul persepsi kelangkaan di masyarakat.
Darmadi mengaku, Disperindag Kabupaten Blitar telah berkoordinasi dengan Hiswana Migas serta pihak Pertamina guna memastikan distribusi tetap berjalan sesuai ketentuan.
Sebagai langkah antisipasi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri, Disperindag telah berkirim surat kepada Pertamina untuk mengajukan penambahan kuota LPG agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Kami sudah bersurat ke Pertamina agar ada penambahan kuota saat Ramadan dan Idul Fitri supaya tidak terjadi kekurangan elpiji,” jelas Darmadi.
Ia menegaskan bahwa kewenangan distribusi dan tata niaga LPG berada di bawah Pertamina. Sementara Disperindag berperan dalam melakukan monitoring, pengawasan, serta koordinasi apabila terjadi kendala di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Blitar berharap dengan adanya tambahan kuota dan koordinasi yang terus dilakukan, ketersediaan LPG selama Ramadan hingga Idul Fitri tetap aman dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal



