width=

Marak Pencurian Material Rel, KAI Pertajam Pengawasan Jalur KA

"Pasca temuan hilangnya sejumlah baut penambat rel, tim teknis dan keamanan dikerahkan untuk menyisir kembali setiap jengkal jalur guna memastikan kondisi rel tetap terjaga," ujar Tohari.
BERITA JURNAL, MADIUN - Marak aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun meningkatkan pengawasan dan melakukan inspeksi mendalam di titik-titik rawan.

Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi memimpin langsung kegiatan cek lintas pada Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) di petak jalan antara Stasiun Blitar–Rejotangan.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan sistem keamanan prasarana untuk memastikan kualitas prasarana tetap terjaga dari potensi bahaya.

"Pasca temuan hilangnya sejumlah baut penambat rel, tim teknis dan keamanan dikerahkan untuk menyisir kembali setiap jengkal jalur guna memastikan kondisi rel tetap terjaga," ujar Tohari.

Lebih lanjut Tohari mengatakan, arahan dari Deputy VP Daop 7 Madiun untuk segera melaporkan setiap temuan sekecil apa pun untuk segera ditindaklanjuti untuk mencegah kecelakaan perjalanan kereta api.

"Termasuk pemeriksaan langsung di lapangan sangat membantu kami mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini," kata Manager Humas Daop 7 Madiun.

Bersama tim Quality Control (QC) OP 7B, KUPT Jalan Rel 7.11 Blitar, serta Tim Polsuska Daop 7 Madiun, melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi Jembatan BH 537, memantau ruang manfaat jalan (Rumaja).

"Dan juga pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan kereta api (Perka) serta fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang," terangnya.

KAI Daop 7 Madiun mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas KAI atau kepolisian setempat jika melihat aktivitas mencurigakan di area jalur rel. Keselamatan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama.

Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=