width=

Groundbreaking Pasar Kesamben Dimulai, Anggaran Rp63,94 Miliar Siap Bangun Kembali Pasar Rakyat

Pembangunan pasar Kesamben mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia melalui anggaran tahun 2025 sebesar Rp63,94 miliar.
BERITA JURNAL, BLITAR — Pembangunan kembali pasar Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar resmi dimulai, ditandai dengan pelaksanaan ground breaking pada Rabu (14/1/2026).

Pembangunan pasar Kesamben menjadi langkah konkret kebangkitan pasar rakyat yang sudah sekian lama ditunggu tunggu realisasinya pasca kebakaran hebat yang terjadi pada November 2022 lalu.

Bupati Blitar, Rijanto menegaskan bahwa pasar Kesamben memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, melayani aktivitas perdagangan lintas wilayah.

Selain letaknya yang berada di tepi jalan nasional, mudah diakses dari kawasan permukiman, serta dilalui angkutan kota dan transportasi umum, pasar Kesamben menjadi poros perputaran ekonomi warga Blitar.

“Pasar Kesamben merupakan simpul ekonomi penting di wilayah timur Kabupaten Blitar,” ujar Bupati Blitar.

Rijanto, menuturkan pembangunan pasar Kesamben mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia melalui anggaran tahun 2025 sebesar Rp63,94 miliar.

Menurut Bupati, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung pemulihan ekonomi rakyat sekaligus memperkuat eksistensi pasar tradisional.

“Bantuan ini wujud komitmen pemerintah dalam membangkitkan kembali pasar rakyat agar lebih layak, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat,” tutur Bupati.

Pembangunan ditargetkan rampung sesuai masa kontrak selama 360 hari, terhitung sejak 29 Desember 2025 hingga 23 Desember 2026, serta memastikan pengelolaan pasar berjalan tertib dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Ariwibawa menjelaskan bahwa Pasar Kesamben nantinya akan memiliki 52 kios, 470 los, dan 228 hamparan dengan pembagian zonasi basah dan kering.

Bangunan pasar dirancang mengadopsi bentuk candi dengan muatan lokal dan konsep tematik. Ia, menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam menertibkan area sekitar pasar agar tidak muncul aktivitas pedagang di luar kawasan pasar.

"Sehingga fungsi dan tata kelola pasar Kesamben dapat berjalan optimal," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Pasar Kesamben sempat mengalami kebakaran hebat pada 27 November 2022 lalu yang menghanguskan dan meluluhlantakan seluruh bangunan los pasar.

Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian mencapai Rp20 hingga Rp30 miliar, terdiri dari kerugian aset daerah sekitar Rp1,66 miliar dan sisanya merupakan kerugian yang dialami para pedagang.

Dengan dimulainya pembangunan ini, Pasar Kesamben diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan timur Kabupaten Blitar.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=