Rilis Akhir Tahun 2025 Polres Madiun Jumlah Penindakan Kasus Turun Drastis
| Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara menyampaikan rilis akhir tahun 2025 di gedung Tantya Sudhirajati Polres Madiun. |
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, menyampaikan terjadi trend penurunan drastis tindak kriminal umum sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, dengan jumlah 146 kasus atau turun 4,3 persen.
"Dengan jumlah 149 penyelesaian kasus atau 5,9 persen," ujar Kapolres Madiun.
Lebih lanjut AKBP Kemas Indra Natagera menyebutkan, dari sekian jumlah perkara kriminal umum (Krimum) di dominasi oleh tindak pidana penipuan dengan jumlah 33 kasus.
"Sedangkan untuk kriminal khusus jumlah lapor 9 kasus dan selesai 10 kasus. Serta non kriminal 69 lapor, selesai 69 kasus," kata Kemas.
Namun begitu Kapolres menyebutkan terjadi peningkatan penindakan kasus Narkoba di wilayah Kabupaten Madiun mencapai 1,4 persen atau 73 kasus tahun 2025. Diiringi dengan peningkatan jumlah barang bukti.
"Jumlah penindakan barang bukti Sabu, 1,300,55 gram atau naik 1.821.4 persen dan ganja, 12,37 gram atau naik 3.1 persen di bandingkan tahun 2024," terangnya.
Sementara itu untuk barang bukti Double L terjadi tren penurunan sebanyak 2447 butir atau turun 81,5 persen. Begitu juga jumlah tersangka hanya berjumlah 78.
"Untuk pelaku yang telah ditetapkan tersangka turun dibandingkan tahun 2024 dengan jumlah 86 tersangka. Tahun 2025 turun jadi 78 tersangka atau turun 8,3 persen," jelas Kemas Indra.
Kapolres juga melaporkan, untuk kasus laka lantas tahun 2025, Satlantas Polres Madiun melakukan penindakan tilang sebanyak 7.509 tilang. Dan penindakan 289 kasus knalpot brong.
Selain itu Kapolres Madiun memberi reward atau penghargaan kepada 39 anggota Polres Madiun yang berprestasi dan berdesikasi dalam menjalankan tugas Polri.
Sanksi juga dikenakan kepada 8 anggota yang terlibat dalam tindak pidana terutama penyalahgunaan obat terlarang dan terlibat tindak pidana umum lainya.
Kapolres Madiun, menghimbau kepada masyarakat untuk berhati hati terhadap berbagai modus kejatan penipuan yang saat ini sedang marak di Kabupaten Madiun.
"Banyak sekali modus operandinya kasus penipuan. Ada yang mengaku anggota Polri, TNI juga petugas keamanan. Saya himbau masyarakat untuk berhati hati terhadap nomor yang tidak dikenal," pungkas Kapolres.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Beritajurnal



