Bentrokan tidak dapat dihindarkan dan massa berhassil merobohkan pintu gerbang kantor DPRD Kota Madiun, Sabtu (30/8/2025) |
MADIUN, beritajurnal.id - Aksi demo di depan kantor DPRD Kota Madiun ricuh. Ratusan pendemo berhasil menjebol pintu gerbang dan menerobos masuk hingga ke dalam ruang rapat dewan, Sabtu (30/8/2025).
Aksi demo penyampaian aspirasi oleh elemen masyarakat yang tergabung dalam 'Masyarakat Madiun Menggugat' tersebut datang di lokasi sekitar pukul 14.00 Wib. Dengan mengusung tema 'Bumi Pendekar Melawan'.
Dalam orasinya, pendemo menyampaikan dua tuntutan utama yaitu, reformasi total Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Sementara Komunitas Ojol menuntut diusut tuntas pelaku dari anggota Brimob yang melintas 2 driver ojol yang mengakibatkan Affan Kurniawan tewas dan satu korban lainya kritis.
Bentrokan terjadi hingga beberapa kali sebelum akhirnya massa berhasil menerobos masuk dan merusak fasilitas kantor DPRD Kota Madiun. |
Kericuhan terjadi sekitar pukul 14.47 Wib, setelah Ketua DPRD Kota Madiun dan Kapolres Madiun Kota menemui para pengunjuk rasa dan menanda tangani surat kesepakatan.
Ratusan pendemo dengan tiba tiba melakukan pelemparan dengan menggunakan kayu, batu dan benda keras lainya. Massa juga menyerang polisi dengan petasan dan membakar ban.
Bentrokan semakin beringas setelah massa berhasil menjebol pintu gerbang kantor DPRD Kota Madiun. Para pendemo yang berusaha menerobos masuk dihalau oleh pasukan pengamanan dari Polres Madiun Kota.
Tidak saja berhasil merobohkan pintu gerbang, sebagai massa berhasil masuk hingga ke ruang rapat dewan melakukan perusakan dan menjarah beberapa fasilitas kantor DPRD Kota Madiun.
Dalam kejadian betrokan tersebut dilaporkan enam orang peserta aksi terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Kericuhan mereda setelah 2 kompi Kostrad Para Raider 501 datang di lokasi.(lem/Nik)