width=

Kapal Wisata Buatan Anak Pacitan Siap Bawa Wisata Bahari Mendunia

Kapal wisata The Tamperan Cruiser, yang sepenuhnya dibangun secara lokal, siap menjadi armada baru untuk mengembangkan wisata bahari di Kota 1001 Gua.
PACITAN, BERITA JURNAL — Inovasi anak daerah kembali hadir di Pacitan. Kapal wisata The Tamperan Cruiser, yang sepenuhnya dibangun secara lokal, siap menjadi armada baru untuk mengembangkan wisata bahari di Kota 1001 Gua.

Kapal berkapasitas 20 penumpang itu dibangun siang dan malam di sebuah workshop di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung. Pembangunannya dipimpin Bambang Purnomo bersama para pemuda dari Desa Sidomulyo, Kalipelus, dan Klesem.

The Tamperan Cruiser dikembangkan PT Janenake Kahfi Andalan di bawah pimpinan Muhammad Rofiqin, atau akrab disapa Mamat Impresso. Kapal tersebut telah melalui serangkaian uji coba dan dinyatakan layak untuk dioperasikan sebagai kapal wisata.

“Gagasan pengembangan kapal wisata ini berangkat dari tingginya kunjungan wisatawan ke Pacitan. Banyak wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara yang datang ke Rumah Makan Janenake. Dari situ muncul gagasan menghadirkan wisata bahari, termasuk konsep rumah makan modern terapung di tengah laut,” ujar Mamat.

Pada tahap awal, The Tamperan Cruiser akan melayani rute wisata di Teluk Pacitan dan sekitarnya. Ke depan, armada akan terus dikembangkan dan ditambah sehingga mampu menjangkau pantai-pantai lain di Pacitan.

Dalam sesi diskusi saat soft opening, muncul sejumlah gagasan pengembangan, termasuk konsep restoran terapung di tengah laut hingga rute wisata jarak jauh dari Pacitan menuju Pulau Natal (Christmas Island), Australia.

Mamat mengatakan berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan pengembangan armada berikutnya. Ia bahkan membuka peluang pengembangan kapal berkapasitas lebih besar untuk melayani rute yang lebih jauh.

“Kami tampung semua usulan. Ke depan bukan tidak mungkin dibuat kapal yang lebih besar dengan rute wisata yang lebih jauh,” katanya.

Kehadiran The Tamperan Cruiser diharapkan menjadi langkah awal lahirnya ekosistem wisata bahari berbasis karya anak Pacitan sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Kontributor : D Suprapto
Editor           : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=