200 Tukang Becak di Kabupaten Blitar Ikuti Pelatihan Pengoperasian Becak Listrik
| Pelatihan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung agar para penerima benar-benar memahami penggunaan becak listrik secara aman dan optimal, serta mengoperasikan dan memastikan becak itu sendiri bisa digunakan dengan baik. |
Pelatihan ini digelar di Pendopo Sasana Adi Praja, Rabu (04/03/2026), sebagai bentuk pembekalan agar para penerima benar-benar memahami cara pengoperasian dan perawatan kendaraan listrik oleh Pindad.
Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Hj. Ratna Dewi Nirwana Sari, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan program sosial dari Yayasan GSN (Gerakan Solidaritas Nasional), milik Prabowo Subianto yang bergerak di bidang sosial.
“Jadi hari ini memang ada pelatihan untuk 200 calon penerima becak listrik. Data ini diperoleh dari yayasan GSN. Ini adalah yayasan pribadi dari Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, yang memang menaungi bidang sosial,” jelas Ratna.
Ia menegaskan bahwa bantuan 200 becak listrik tersebut tidak menggunakan anggaran APBN maupun APBD bertujuan untuk membantu para tukang becak di Kabupaten Blitar yang selama ini belum memiliki kendaraan sendiri.
“Kami tekankan bahwa pemberian becak listrik sejumlah 200 ini tidak memakai anggaran APBN ataupun APBD sama sekali,” tegasnya.
Menurut Ratna, masih banyak tukang becak yang bekerja dengan sistem sewa, meskipun usia mereka sudah di atas 50 tahun. Tidak bisa dipungkiri, masih banyak pekerja pembecak di Kabupaten Blitar sampai detik ini belum punya aset becak.
“Tujuannya supaya bisa membantu pekerja penarik becak yang rata-rata usianya lebih dari 50 tahun biasa narik becak agar punya aset sendiri,” ujarnya.
Karena mayoritas penerima berusia lanjut, pembekalan teknis dinilai penting mengingat para penerima sebelumnya menggunakan becak kayuh. Mulai dari cara mengemudi, sistem charging, sampai perawatannya seperti apa, ini bukan hal yang mudah.
“Dengan usia sekian, pastinya diperlukan edukasi. Karena ini hal baru. Mereka yang tadinya mengayuh, sekarang diberikan becak listrik.,” ungkapnya.
Pelatihan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung agar para penerima benar-benar memahami penggunaan becak listrik secara aman dan optimal, serta mengoperasikan dan memastikan becak itu sendiri bisa digunakan dengan baik.
“Melihat pentingnya hal itu, hari ini dilakukan pelatihan dan praktik sekaligus dan memastikan mereka dapat mengoperasikan becak listrik” tambah Ratna.
Ia juga menyampaikan, apabila masih ada hal yang belum dipahami saat pelatihan, para penerima dapat kembali bertanya saat penyerahan becak listrik dilakukan.
LProgram bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kerja para tukang becak lanjut usia serta membantu mereka memiliki aset sendiri untuk menunjang penghasilan sehari-hari.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal



