Strategi Percepatan Target Tanam 52 Hektare Tahun 2026 Kabupaten Blitar Siapkan Strategi
| Pemerintah Kabupaten Blitar menyiapkan strategi percepatan untuk memenuhi target luas tambah tanam tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 52.000 hektare. |
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan target tersebut merupakan hasil rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian.
“Sudah keluar target luas tambah tanam Kabupaten Blitar tahun 2026 sebesar 52 ribu hektare. Sementara capaian 2025 sekitar 42 ribu hektare, jadi ada tambahan kurang lebih 10 ribu hektare yang harus kita kejar,” ujarnya.
Menurut Siswoyo, pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran di lapangan, khususnya para penyuluh pertanian, untuk memaksimalkan pencapaian target tersebut. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait penguatan swasembada pangan.
“Dengan ditetapkannya swasembada pangan oleh Presiden pada 2025, kita tidak hanya mempertahankan produksi. Di 2026 ada target dari Menteri Pertanian agar Indonesia bisa mulai ekspor beras. Ini yang membuat target daerah harus meningkat,” jelasnya.
Terkait potensi cuaca ekstrem, Siswoyo menilai sejauh ini belum menjadi kendala signifikan. Namun pihaknya tetap memantau perkembangan iklim, mengingat 2025 lalu didominasi pola kemarau basah yang mendorong petani lebih banyak menanam padi dibanding jagung.
“Kalau 2026 polanya masih kemarau basah, kemungkinan tanam padi akan lebih dominan. Tapi kami terus menghimbau petani, kelompok tani, dan gapoktan agar bersama-sama mengejar target yang sudah ditetapkan,” katanya.
Strategi utama yang disiapkan adalah peningkatan indeks pertanaman. Lahan yang sebelumnya hanya ditanami padi satu kali setahun (IP 100) akan didorong menjadi dua kali tanam (IP 200). Sementara lahan dengan IP 200 ditargetkan naik menjadi IP 300 atau tiga kali tanam dalam setahun.
Selain itu, DKPP juga akan mengoptimalkan pengembangan padi gogo di lahan kering, khususnya di wilayah pegunungan dan kawasan Blitar selatan.
“Semua potensi lahan akan kita optimalkan, termasuk padi gogo di lahan kering. Harapannya target nasional bisa menjadi target bersama yang kita capai di daerah,” pungkas Siswoyo.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal



