Mendekati Puasa Permintaan Beras SPHP Meningkat Tajam
| Stabilitas harga sejumlah bahan pokok menjelang Ramadhan di Kabupaten Madiun dipastikan tetap stabil serta stok pangan aman hingga lebaran, tak terkecuali kesediaan komoditas beras. |
Meski permintaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Kabupaten Madiun mengalami peningkatan, tidak berpengaruh pada kenaikan harga beras dan minyak.
"Dari hasil monitoring bersama Satgas Pangan menunjukkan harga beras dan Minyakita relatif aman. Hasil monitoring menunjukkan kondisi pasar masih terkendali," kata Kepala Perum Bulog Kancab Madiun, Agung Sarianto, Kamis (12/2/2026).
Agung, menjelaskan permintaan beras SPHP mengalami peningkatan dengan pesanan harian berkisar antara 100 hingga 200 ton, menjelang bulan Ramadhan. Di prediksi kenaikan tersebut akan terjadi lagi saat mendekati Idulfitri.
“Permintaan beras SPHP mengalami peningkatan dengan pesanan harian berkisar 100 sampai 200 ton,” jelasnya.
Tercatat saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai sekitar 58 ribu ton, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan, stok Minyakita di gudang Bulog tercatat sekitar 500 ribu liter.
“Dengan jumlah tersebut, kami pastikan kebutuhan selama Ramadhan hingga Lebaran sangat mencukupi,” tegas Agung.
Sementara, pendistribusian Minyak kita di Kabupaten Madiun tercatat sekitar 121.380 liter, beras SPHP pada Januari dan Februari 2026 telah tersalurkan sebanyak 1.325 ton.
Kepala Perum Bulog Kancab Madiun, mengingatkan pedagang menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu beras SPHP Rp12.500 per kilogram dan Minyakita Rp15.700 per liter.
"Jika sampai mitra atau pedagang ditemukan menjual di atas HET, maka kerja sama dengan Bulog bisa kami cabut sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Agung.
Bulog bersama Satgas Pangan berkomitmen terus memantau distribusi di seluruh pasar dan gudang guna mencegah praktik penimbunan serta menjaga stabilitas harga pada momen puasa dan hari raya Idul Fitri.
Kontributor : Ninik S
Editor : Tim Beritajurnal



