Hari Ke Tiga Pencarian Lansia Yang Hanyut Ke Sungai Belum Ada Titik Terang
| Memasuki hari kedua pencarian pada Kamis (19/2/2026), tim gabungan dan warga setempat kembali melakukan Operasi SAR Gabungan dengan menyisir sepanjang aliran sungai serta bantaran sungai dengan total area pencarian kurang lebih 12 kilometer. |
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar, peristiwa terjadi saat wilayah Kecamatan Kademangan diguyur hujan deras pada Rabu 18 Februari 2026.
Korban diketahui baru pulang dari ladang dan mencoba menyeberangi sungai kecil di Dusun Panggungrejo. Namun akibat intensitas hujan yang tinggi, debit air sungai meningkat sehingga korban diduga terseret arus deras dan hanyut.
Warga setempat menemukan barang milik korban berupa tas berisi benih jagung, termos, serta peralatan makan sekitar satu kilometer dari lokasi awal diduga korban terseret arus.
Memasuki hari kedua pencarian pada Kamis (19/2/2026), tim gabungan dan warga setempat kembali melakukan Operasi SAR Gabungan dengan menyisir sepanjang aliran sungai serta bantaran sungai dengan total area pencarian kurang lebih 12 kilometer.
“Kami bersama tim gabungan telah melakukan penyisiran maksimal di sepanjang aliran sungai dan bantaran. Untuk hari ini hasilnya masih belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan besok pagi,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan hingga pukul 17.00 WIB hasil pencarian hari kedua masih nihil. Pencarian hari ke tiga dilanjutkan hari ini Jum'at (20/2/2026) diawali dengan apel kesiapan di halaman Kantor Desa Panggungduwet pukul 08.00 WIB.
Tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU), terdiri dari dua SRU darat dan satu SRU air untuk memperluas jangkauan pencarian untuk menemukan jasad Sumarni yang sudah tiga hari hilang.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika hujan deras yang dapat meningkatkan debit air secara tiba-tiba.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal



