Ahrian Festyananda Sabet Juara Nasional, Robusta Blitar Tunjukkan Daya Saing di Ajang Kopi Bergengsi
| Capaian ini mempertegas daya saing kopi Robusta Blitar di tengah kompetisi nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah penghasil kopi Indonesia. |
Capaian ini mempertegas daya saing kopi Robusta Blitar di tengah kompetisi nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah penghasil kopi Indonesia.
Ahrian yang juga Ketua Asosiasi Kopi Blitar Raya, Founder Rumanekra Berdikari Indonesia (Rumah Ekonomi Kreatif), dan Master Instruktur LPK Senandung Laras Kopi, mengikutsertakan kopi Robusta asal Selorejo, Blitar, dengan metode proses Honey Anaerobic.
Teknik fermentasi tertutup tersebut menghasilkan karakter rasa manis alami, body tebal, dan aftertaste panjang yang dinilai unggul oleh panel juri.
Indonesia Green Coffee Competition dikenal sebagai salah satu ajang seleksi kualitas green bean paling bergengsi di Indonesia. Ratusan peserta mengikuti tahapan administrasi ketat yang mencakup legalitas, asal-usul kopi, varietas, ketinggian lahan, hingga metode pascapanen. Dari proses tersebut, hanya 73 peserta dinyatakan lolos untuk masuk tahap penilaian lanjutan.
Seluruh sampel diproses melalui roasting terstandar menggunakan sistem blind sample agar identitas peserta tidak diketahui juri. Penilaian dilakukan melalui cupping berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA) dengan parameter aroma, flavor, acidity, body, balance, sweetness, aftertaste, clean cup, dan overall impression.
Kopi milik Ahrian dinilai memiliki karakter stabil, bersih, dan kompleks sehingga mampu meraih skor 82,80 secara konsisten. Penjurian dilakukan oleh panel internasional lintas negara yang dipimpin Head Judge Johan Kwe bersama juri dari Singapura, Hong Kong, China, Vietnam, Filipina, dan Indonesia guna menjamin objektivitas hasil.
Prestasi ini dinilai memberi dampak strategis bagi pengembangan kopi Blitar. Selain memperkuat citra daerah sebagai penghasil Robusta berkualitas, capaian tersebut membuka peluang pasar lebih luas dan meningkatkan daya tawar petani lokal.
Ahrian menyebut penghargaan ini sebagai pijakan untuk membangun ekosistem kopi daerah yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pijakan untuk membangun sistem kopi Blitar yang berdaya, mandiri, dan berjaya bersama petani dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Melalui berbagai program pembinaan, pelatihan pascapanen, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kopi, ia berkomitmen mendorong Blitar menjadi salah satu pusat pengembangan Robusta unggulan nasional.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan kopi Robusta Blitar yang semakin kompetitif di pasar nasional hingga global.
Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal



