width=

70 Persen Pasien Kanker Datang Sudah Stadium Lanjut, Dokter Ingatkan Bahaya Abaikan Benjolan

BLITAR, BERITA JURNAL - Kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker masih tergolong rendah. Dampaknya, sebagian besar pasien baru datang ke rumah sakit ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut, sehingga penanganan menjadi lebih sulit dan peluang kesembuhan menurun.

Dokter Bedah Onkologi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Bintoro Hartanto, SH, Sp.B, SubSp.Onk.(K) menyebut secara statistik mayoritas pasien kanker di Indonesia terlambat memeriksakan diri.

“Sekitar 70 persen pasien datang saat sudah stadium tiga. Yang datang pada stadium awal hanya sekitar 30 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kanker terjadi akibat mutasi genetik yang membuat sel tumbuh tanpa kendali. Pada kanker jenis tumor padat, tanda awal yang paling sering muncul adalah benjolan abnormal. Namun pada stadium awal, benjolan tersebut biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri sehingga kerap diabaikan.

Kondisi itu membuat pasien baru mencari pertolongan medis setelah keluhan bertambah berat, seperti muncul luka, rasa sakit, atau penyebaran ke organ lain. Pada tahap tersebut, penyakit umumnya sudah masuk stadium tiga atau empat dan membutuhkan penanganan lebih kompleks.

Kanker payudara menjadi salah satu kasus yang paling sering ditangani. Banyak pasien datang ketika benjolan sudah membesar bahkan menimbulkan luka. Dalam sejumlah kasus, penyebaran telah terjadi ke paru-paru yang ditandai sesak napas atau batuk berkepanjangan.

Selain faktor genetik, risiko kanker juga dipengaruhi lingkungan dan gaya hidup. Paparan sinar ultraviolet berlebihan meningkatkan risiko kanker kulit. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol memicu berbagai jenis kanker.

Sementara infeksi virus seperti HPV dan hepatitis berkaitan dengan kanker leher rahim serta kanker hati. Ia menekankan pentingnya pencegahan melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.

“Deteksi dini adalah kunci. Benjolan sekecil apa pun jangan disepelekan. Lebih cepat diperiksa, peluang sembuh jauh lebih besar,” tegasnya.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Beritajurnal
Next Post Previous Post
  width=