Di Madiun Acara Diskusi Bedah Buku 'Reset Indonesia' Dibubarkan Aparat
| Diskusi dan bedah buku 'Reset Indonesia' sudah pernah digelar di 47 kota di Indonesia |
BERITA JURNAL, MADIUN - Acara diskusi bedah buku 'Reset Indonesia' di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, dibubarkan aparat pemerintah dan kepolisian, Sabtu (20/12/2025) malam.
Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB, tersebut membahas buku 'Reset Indonesia' karya kolektif Tim Indonesia Baru yang ditulis Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu.
Saat puluhan peserta dari berbagai kalangan hadir di lokasi menjelang acara dimulai, tiba tiba datang menghentikan kegiatan dan meminta acara di bubarkan. Peserta yang telah hadir pun di minta untuk pulang.
"Situasi sempat memanas saat peserta lain yang baru datang di suruh putar balik oleh aparat," kata Gizzatara, Sabtu (20/12/2025) malam.
Gizzatara, yang juga panitia kegiatan mengaku di datangi beberapa orang dan mendapat tekanan dari aparat kecamatan dan aparat kepolisian sebelum acara diskusi di mulai.
“Pak Camat Madiun secara tegas melarang kegiatan diskusi di Pundensari dan meminta acara ini dibubarkan,” ujar Gizzatara kepada wartawan.
Meskipun, panitia telah menyampaikan surat pemberitahuan kegiatan kepada pihak kepolisian sebelum acara digelar, namun menurutnya, hal tersebut tidak menjadi pertimbangan aparat di lapangan.
"Ia juga menyebut adanya larangan terhadap kehadiran Dandhy Laksono sebagai salah satu narasumber," jelasnya.
Panitia menyayangkan tindakan aparat membubarkan acara tersebut. Karena kegiatan yang digelar murni diskusi dan bedah buku, tanpa muatan politik praktis maupun unsur provokatif.
“Ini hanya bedah buku. Isinya menawarkan gagasan tentang Indonesia yang lebih baik. Sangat disayangkan acara seperti ini justru dibubarkan,” tegas Gizzatara.
Sementara, penulis 'Reset Indonesia' Dandhy Laksono, menyampaikan kekecewaannya atas peristiwa tersebut. Ia menyebut diskusi 'Reset Indonesia' sudah pernah digelar di 47 kota di Indonesia dan baru kali ini dibubarkan oleh aparat.
“Baru kali ini diskusi 'Reset Indonesia' dibubarkan. Saya mewakili para penulis menyampaikan terima kasih kepada panitia yang sudah berikhtiar maksimal,” terang Dandhy.
“Situasi malam ini persis seperti yang kami bahas dalam buku. Inilah alasan kenapa Indonesia perlu di-reset,” tambahnya.
Meski sempat dibubarkan, diskusi dan bedah buku 'Reset Indonesia' akhirnya tetap terlaksana pada malam yang sama di lokasi lain, yakni Mucoffee, Jalan Salak 60B, Taman, Kota Madiun. Hingga acara selesai.
“Situasi malam ini persis seperti yang kami bahas dalam buku. Inilah alasan kenapa Indonesia perlu di-reset,” pungkas Dandhy Laksono.
Editor : Tim Beritajurnal



