width=

KPID Jatim Dorong Transformasi Radio, Hasiarnas Jadi Momentum Penguatan Industri Penyiaran

Radio harus mampu membaca perubahan ini. Tidak cukup hanya mengandalkan siaran konvensional, tetapi perlu melakukan inovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan audiens.
BLITAR, BERITA JURNAL — Peringatan Hari Siaran Nasional (Hasiarnas) yang jatuh setiap 1 April dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat industri penyiaran, khususnya radio, agar mampu bertahan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Koordinator Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur, Rosnindar Eko Prio Rahardjo, menegaskan bahwa transformasi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda bagi pelaku industri radio saat ini.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap media telah bergeser signifikan. Audiens kini cenderung memilih platform digital yang dinilai lebih fleksibel, personal, dan mudah diakses kapan saja.

“Radio harus mampu membaca perubahan ini. Tidak cukup hanya mengandalkan siaran konvensional, tetapi perlu melakukan inovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan audiens", ujarnya.

Ia menjelaskan, fenomena berhentinya siaran salah satu radio besar di Kediri menjadi gambaran nyata bahwa industri penyiaran tengah menghadapi tekanan serius. Tidak hanya dari sisi pendengar, tetapi juga dari sisi ekonomi media.

Pergeseran belanja iklan ke platform digital dan media sosial disebut menjadi salah satu tantangan utama dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan operasional radio yang selama ini bergantung pada iklan sebagai sumber pendapatan.

“Hasiarnas ini harus menjadi titik evaluasi bersama. Industri penyiaran tidak boleh berjalan dengan cara lama di tengah ekosistem media yang sudah berubah", tegasnya.

Meski demikian, Rosnindar menilai radio masih memiliki keunggulan yang tidak dimiliki platform lain, terutama dalam hal kedekatan dengan masyarakat lokal, kecepatan penyampaian informasi, serta kemampuan membangun hubungan emosional dengan pendengar.

Untuk itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur terus mendorong lembaga penyiaran melakukan transformasi menyeluruh. Mulai dari penguatan kualitas konten, peningkatan manajemen siaran, hingga pemanfaatan teknologi digital seperti streaming dan podcast.

Selain itu, KPID juga tetap menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan agar lembaga penyiaran mampu menjaga kualitas siaran yang informatif, edukatif, dan menghibur secara seimbang.

Ia mengajak seluruh insan penyiaran menjadikan Hasiarnas sebagai momentum untuk berbenah dan memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Radio yang mampu beradaptasi dan berinovasi akan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat, bahkan di era digital sekalipun,” pungkasnya.

Kontributor : Erina Airin
Editor : Tim Berita Jurnal
Next Post Previous Post
  width=